"Rindu" Karya Tere Liye


Cover Lama                                Cover Baru

Identitas Buku
Judul buku: Rindu
Penulis: Tere Liye
Kategori: Novel/Penunjang
Penerbit: Republika
Tahun terbit: Oktober, 2014
Tebal buku: 544 halaman
Ukuran: 13.5x20.5 cm

Sinopsis Buku
Apalah arti memiliki, ketika diri sendiri bukanlah milik kami?
Apalah arti kehilangan, ketika kami menangis terluka atas perasaan yang seharusnya indah? Bagaimana mungkin, kami terduduk patah hati atas sesuatu yang seharusnya suci dan tidak menuntut apapun?
Wahai, bukankah banyak kerinduan saat kami hendak melupakan? Dan tak terbilang keinginan melupakan saat kami dalam rindu? Hingga rindu dan melupakan jaraknya setipis benang saja.

Novel ini bercerita tentang perjalanan sebuah kerinduan. Perjalanan panjang yang terjadi di sebuah kapal uap Blitar Holland yang membawa ribuan jamaah haji selama 9 bulan. Kapal Blitar Holland memulai perjalanan dari Pelabuhan Makassar, 1 Desember 1938 bertepatan dengan 9 Syawal 1357 H. Daeng Andipati berangkat bersama istri, kedua anaknya, Elsa dan Anna, dan juga Bibi Ijah, seorang pembantu rumah tangga. Adapula Ahmad Karaeng atau akrab disapa Gurutta yang sudah lama menunggu kesempatan melakukan kembali perjalanan ke tanah suci. Begitu juga dengan Ambo Uleng yang pergi meninggalkan semuanya karena kesedihan dan kepiluan hatinya. Mbah Kakung dan Mbah Putri yang pergi untuk memenuhi janji mereka. Bonda Upe dan suaminya yang pergi karena kerinduan hatinya pada Ka'bah.

Dalam perjalanan ini, terdapat lima pertanyaan tentang apakah haji seorang cabo dapat diterima oleh Allah, apakah haji seseorang yang membawa kebencian dapat diterima oleh Allah, apa yang harus dilakukan jika orang itu bukan jodoh kita, cara mengikhlaskan kepergian orang yang kita sayang, dan bagaimana cara melawan kezaliman dan kemungkaran jika lisan tidak bisa menghentikannya.

Tidak hanya pertanyaan yang mengiringi kapal tersebut. Masih ada masalah lain yang timbul, seperti piston kapal yang rusak menyebabkan kapal harus dihentikan di tengah laut menuju Sri Langka, terapung ke sana kemari, dan munculnya bajak laut Somalia yang terkenal dengan kekejamannya. Namun, semua masalah itu dapat diatasi dan kapal melanjutkan perjalanan menuju tanah suci.

Semua pertanyaan itu dapat terjawab seiring dengan perjalanan kapal menuju tanah suci. Kerinduan atas tanah suci selesai sudah. Tidak terlepas dari cinta sejati pasangan sepuh yang meninggal di tempat yang sama dan dikuburkan di tempat yang sama pula, yaitu di lautan, namun di waktu yang berbeda. Begitu pula dengan kisah cinta Ambo Uleng, yang ternyata berjodoh dengan wanita yang sangat ia cintai. Dan juga dengan Daeng Andipati yang sudah memaafkan ayahnya dan kembali mempererat tali persaudaraan mereka yang sudah renggang dan mengajak saudaranya untuk memaafkan ayah mereka.

Keunggulan dan Kelemahan Buku
Keunggulan: 
Alur ceritanya begitu menarik dan mengalir untuk dibaca. Di dalam novel ini terdapat kata-kata indah yang mampu menjawab beberapa pertanyaan yang ada di hati kita. Isi pesan yang disampaikan sangat baik dan bahasa yang digunakan sederhana sehingga mudah dipahami.
Kelemahan: 
Awal cerita sedikit membosankan dan halamannya terlalu banyak sehingga orang malas membacanya. Sampul buku yang kurang menarik, tidak sebanding dengan isinya yang sangat menarik untuk dibaca.

Amanat
  1. Lari dari kenyataan hanya akan menyulitkan diri sendiri.
  2. Jangan terjebak kisah masa lalu yang memilukan sehingga akan merusak masa depanmu.
  3. Kita tidak perlu  menggapai seluruh catatan hebat menurut versi manusia. Akan tetapi, teruslah berbuat baik, semoga ada satu perbuatan baik yang kita lakukan dapat menghapus dosa sebelumnya.
  4. Ketika kita membenci orang lain, sebenarnya kita sedang membenci diri sendiri. Kita berkuasa penuh untuk mengatur hati kita. 
  5. Memaafkan bukanlah berarti persoalan ia benar dan kita salah. Namun, memaafkan ialah memutuskan berdamai dengan keadaan yang sudah terjadi.
  6. Kendalikan harapan dan keinginan memiliki, maka seberapa besar pun wujud kehilangan itu, kau akan siap menghadapinya. 
Kesimpulan
Novel ini layak untuk dibaca siapa saja, khususnya remaja. Novel ini memberikan banyak pelajaran tentang bagaimana menjalani kehidupan yang lebih baik dan masalah yang menimpa kita.



Referensi:
https://bacaanmenarikku.com/2015/03/13/resensi-novel-tere-liye-rindu/
https://www.bindoline.com/resensi-novel-rindu-karya-tere-liye-2/
http://belajarpada.blogspot.co.id/2014/10/resensi-novel-rindu-tere-liye.html

Comments

Post a Comment

Popular Posts