Apakah Perlu APBN Dianggarkan untuk Pendidikan Sains dan Kemajuan Teknologi?
APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) adalah rencana keuangan tahunan pemerintah Negara Indonesia yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) (menurut UU no. 17 Tahun 2003).
Saat ini, pendidikan sains dan teknologi sudah semakin berkembang. Banyak perusahan Negara asing yang berlomba-lomba untuk menciptakan produk dengan kualitas yang terbaik. Tentunya, Indonesia tidak mau ketinggalan dalam hal tersebut, tetapi untuk memajukan pendidikan sains dan teknologi membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu, beberapa orang berpendapat agar menggunakan APBN untuk membiayainya. APBN tidak hanya diberikan di daerah perkotaan, namun juga untuk daerah pedesaan yang pendidikannya masih kurang maju. Hal ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat.
Di zaman modern ini, Negara-Negara maju memiliki perkembangan pesat karena pendidikan sains dan teknologi yang ada di Negara mereka sudah sangat baik. Indonesia juga harus memajukan pendidikan sains dan teknologi agar tidak tertinggal dengan mereka. Jika pendidikan sains dan teknologi di Indonesia sudah baik, warga Indonesia dapat membuat barang-barang yang kreatif, inovatif, dan berguna bagi kehidupan masyarakat.
Pada Pasal 31 ayat (4) UUD NRI Tahun 1945 dijelaskan bahwa "Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja Negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional." Banyak anak cerdas di Indonesia, tetapi mereka tidak dapat mengembangkan kecerdasan tersebut untuk memajukan Negara Indonesia karena kekurangan dana. Contohnya pelajar SMA yang membuat mobil tenaga surya tidak dapat dikembangkan karena Indonesia tidak membiayainya.
Pada Pasal 31 ayat (5) UUD NRI Tahun 1945 yang berbunyi, "Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.", dapat disimpulkan bahwa Negara harus menganggarkan APBN untuk pendidikan sains dan kemajuan teknologi.
Pasal-pasal yang telah disebutkan di atas merupakan pasal yang menjelaskan tentang pendidikan dan kebudayaan yang berhubungan dengan APBN dan kemajuan Indonesia. Dikarenakan Indonesia merupakan Negara hukum, maka segala sesuatu tindakan di Indonesia harus berdasarkan hukum yang berlaku. Hukum-hukum tentang pendidikan di Indonesia sudah jelas dipaparkan di dalam UUD NRI Tahun 1945 sehingga pemerintah harus menjalankannya.
Di lihat dari sisi lain, Indonesia tidak bisa menganggarkan APBN tanpa melakukan penelitian. Jika Indonesia mau mengembangkan suatu hal di Indonesia, harus diteliti terlebih dahulu apakah berpengaruh terhadap kesejahteraan rakyat. Selain itu, teknologi biasanya hanya dapat diterima oleh anak-anak yang berada di daerah perkotaan. Padahal jika pengembangan teknologi sudah terealisasikan, orang-orang di pedesaan juga harus merasakan hasilnya.
Banyak hal yang seharusnya dari dulu sudah dibenahi, namun sampai sekarang keadaannya belum berubah. Contohnya saja sekolah-sekolah di pedesaan. Di sana tidak memiliki sarana dan prasarana yang seharusnya menjadi hak bagi setiap sekolah. Tenaga kerja juga sangat sedikit. Selain itu, kurangnya sosialisasi pentingnya pendidikan sejak dini di kalangan masyarakat pedesaan. Mereka lebih memilih bekerja menggunakan benda-benda tajam daripada belajar menggunakan pensil. Daripada menganggarkan APBN untuk kemajuan teknologi yang belum tentu benar-benar merata, lebih baik anggaran tersebut digunakan untuk membenahi tempat-tempat pendidikan di pedesaan.
Saat ini, Indonesia harus merealisasikan hal-hal yang tidak bisa dilakukan oleh para pendahulu. Penganggaran APBN untuk pendidikan sains dan kemajuan teknologi yang merata dapat dilaksanakan agar masyarakat di pedesaan juga dapat merasakan teknologi yang maju. Akan tetapi, untuk meningkatkan mutu pendidikan dan teknologi di pedesaan tidaklah mudah. Untuk mewujudkannya membutuhkan waktu dan tenaga yang banyak. Walaupun pendidikan sains dan teknologi belum merata, Indonesia sudah lebih maju, terbukti dari buku-buku pelajaran yang dapat dinikmati oleh anak-anak di pedesaan.
Comments
Post a Comment